Caracara pencegahan korosi besi, yaitu : 1. Pengecetan. Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak dengan udara dan air. Cat yang mengandung timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena keduanya melindungi besi terhadap korosi. 2. Pelumuran dengan Oli atau Gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas dan fmesin. Untukmencegah terjadinya korosi pada logam perlu dilakukan proses pengecatan, pelumuran oli, perlindungan katoda dan anoda, hingga pemberian selubung plastik pada kabel. Intinya, kontak antara logam dengan air dan udara harus diminimalisir. Baca Juga: Ikatan Logam - Ciri-Ciri, Sifat, dan Proses Terbentuknya. Korosiadalah reaksi redoks antara suatu logam denagn berbagai zat di lingkunganya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Rumus kimia karat besi adalah Fe 2 O 3 . x H 2 O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah. PENCEGAHANKOROSI. Peristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik dalam rumah tangga atau kegiatan industri menjadi panjang sesuai dengan yang umumdipakai untuk melindungi logam. Tetapi untuk beberapa pemakaian perlindungan dengan cat saja belum cukup, karena perlindungan ini mempunyai kelemahan yaitu sukar sekali mengisolasi logam secara sempurna. Serangan lokal ini justru lebih berbahaya daripada serangan merata, dan untuk mengatasi ini dengan perlindungan katodik (Nosoetion,1997:43). BABI PENDAHULUAN. material lainnya yang dipergunakan sehari-hari memerlukan proses. penyelesaian akhir sebelum digunakan. Proses ini disebut dengan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap benda logam baik baja, besi maupun aluminium dan material lainnya yang dipergunakan sehari-hari memerlukan proses penyelesaian akhir sebelum digunakan. . Pencegahan korosi dengan pelapisan logam Cr disebut … Pencegahan korosi dengan pelapisan logam Cr disebut … Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Pencegahan korosi dengan pelapisan logam Cr disebut … 3 Cara Mencegah Korosi pada Logam Kimia Kelas 12 Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis 3 Cara Mencegah Korosi pada Logam Kimia Kelas 12 Mencegah Korosi Pada Besi Baja - Magna System Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Korosi Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Metode Pencegahan Korosi Pada Logam - Sekolah007 Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Mencegah Korosi - Kawat Las Edzona Korosi Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis 7 Cara Pencegahan Korosi Pada Logam dan Besi - MODUL 10 KOROSI DAN METODE PENCEGAHAN KOROSI Peristiwa Korosi Pada Logam dan Cara Pencegahannya - Bisakimia Berikut Adalah Berbagai Metode Pencegahan Korosi untuk Logam PENCEGAHAN KOROSI DENGAN ELEKTROPLATING Cara Mencegah Korosi Lancang Kuning Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Korosi - Kimia Kelas 12 - Pengertian, Faktor-faktor, dan Pencegahan - Quipper Blog Korosi Pengertian, Mekanisme, Faktor Serta Mencegahnya - Tambah Pinter 3 Cara Mudah Mencegah Korosi Besi - LABORATORIUM SMK 8 Cara Mencegah Korosi, Ketahui Penyebabnya - Hot Berikut cara pencegahan perkaratan dengan pelapisa… Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Cara mengatasi korosi pada logam - Teknik Material dan Metalurgi - Dictio Community Korosi pada besi 8 Cara Mencegah Korosi, Ketahui Penyebabnya - Hot Korosi - Pengertian, Faktor Penyebab, Cara Mencegah, Proses Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan KOROSI CORROSION KOROSI CORROSION Definisi adalah perusakanpenghancuran material Pencegahan Korosi — Pengertian, Contoh, Mekanisme – Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, Proses Korosi dan cara Mencegah Korosi Jurnalpost Proses Korosi Pada Logam dan Cara Pencegahannya Siswapedia 7 Cara Pencegahan Korosi Pada Logam dan Besi - CCIPP Certified Coating Inspectors & Painting Practitioner - Terdapat 3 prinsip untuk mencegah korosi sumuran, yaitu 1. Mencegah kontak dengan oksigen dan/atau air Korosi besi memerlukan oksigen dan air. Bila salah satu Korosi/Pengkaratan Reaksi, Jenis, Penyebab dan Perlindungan - Bab 1 Modul Teknik Pelapisan 2012-1-2 PDF KOROSI—REDOKS DAN ELEKTROKIMIA – AMALDOFT Tips Pelapisan Logam Supplier Chemical dan Jasa Pelapisan Logam - Posts Facebook Tips Mencegah Korosi - Kawat Las Edzona Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Korosi - Kimia Kelas 12 - Pengertian, Faktor-faktor, dan Pencegahan - Quipper Blog FENOMENA KOROSI tsf farmasi unsoed 2012 Pencegahan Korosi pada Logam 8 Cara Mencegah Korosi, Ketahui Penyebabnya - Hot Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan KOROSI DAN PENCEGAHAN Korosi dan Cara Pencegahan andi puryanto - Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Penyebab dan Cara Mencegah Korosi pada Logam - Kelas Pintar Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis FENOMENA KOROSI tsf farmasi unsoed 2012 7 Cara Mencegah Korosi Pada Logam Chemindo Interbuana Korosi dan Cara Mencegahnya Pencegahan Korosi atau Karat Yang Ribet 2 - PT. Rirana Pratama Mandiri Official Site PENGENDALIAN KOROSI DENGAN METODE PELAPISAN LOGAM COATING PADA BADAN MOBIL. korosi merata pada bodi - PDF Free Download Korosi, Arti dan Cara Pencegahannya by Medium Tugas pelapisan logam 2 Korosi – Material Engineering by Rangga Agung’s Team Coating Untuk Pencegahan Korosi PDF Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis 3 Cara Mencegah Korosi pada Logam Kimia Kelas 12 Modul Korosi-Flip eBook Pages 1 - 43 AnyFlip AnyFlip sebutkan 5 cara pencegahan korosi? - pdf - Scientific Journal UMM Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan Korosi Pengertian, Faktor, Proses, Pencegahan - 7 Cara Mencegah Korosi Pada Logam Chemindo Interbuana Bab 2 Reaksi Redoks dan Elektrokimia 2 Reaksi Pengertian Korosi, Faktor Penyebab, dan Upaya Pencegahannya KOROSI—REDOKS DAN ELEKTROKIMIA – AMALDOFT 3 Cara untuk Mencegah Korosi Metal - wikiHow 17 - Maharani Fauzia Annur 1813441005 ESM Exam 1 PDF Logam berat - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Korosi pada Logam-Flip eBook Pages 1 - 19 AnyFlip AnyFlip Pencegahan Korosi Dengan Pelapisan Logam Cr Disebut - Coba Sebutkan 7 Cara Mencegah Korosi Pada Logam Chemindo Interbuana Pencegahan korosi Logam yang dapat mencegah korosi pada bumper mobil… MODUL 10 KOROSI DAN METODE PENCEGAHAN KOROSI Refleksi dari Ruang Kelas Korosi Halaman 2 - Universitas Sriwijaya i PENGARUH PELAPISAN KHROM DEKORATIF TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KONSTRUKSI PLAT STRIP DENGAN MEDIA KOROSIF Korosi Adalah - Pengertian, Penyebab, Faktor Dan Pencegahan Besi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas PDF Penerapan Produksi Bersih untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pelapisan Logam TENtANG KOROSI - [DOC Document] Korosi - Bangku Sekolah Macam - Macam Cara Pencegahan Korosi Sains, Teknologi dan Ekonomi Bisnis Korosi/Pengkaratan Reaksi, Jenis, Penyebab dan Perlindungan - Kromium - Wikiwand 7 Cara Mencegah Korosi Pada Logam Chemindo Interbuana Modul Korosi-Flip eBook Pages 1 - 43 AnyFlip AnyFlip MODUL 10 KOROSI DAN METODE PENCEGAHAN KOROSI Sobat Logam Ceper, tahu gak sih bahwa penggunaan cat pada produk coran tidak serta merta hanya untuk estetika saja, tapi ada fungsi lain. Hal tersebut akan dibahas pada artikel ini yaitu cat pelapis logam sebagai upaya pencegahan korosi pada logam. Gambar produk coran yang sedang di cat Foto Pelapisan logam menggunakan cat bertujuan untuk pencegahan terhadap terjadinya korosi, disamping sebagai dekoratif yang cerah dan menawan. Proses pelapisan dengan cat dapat dilakukan dengan dikuas, disemprot dan dicelup. Pada bodi mobil saat ini secara umum dilakukan proses pengecatan celup, disamping hasilnya lebih rata dan lebih mudah untuk pengecatan bagian dalamnya. Pendahuluan Cat terdiri dari dari suspensi yang sangat halus dari pigmen padat yang tetap bercampur dengan media cair yang dapat membentuk lapisan yang tidak tembus air dan udara. Cat akan mengering dan membuat suatu lapisan yang padat, dengan sifat pelindung yang baik serta mempunyai daya kilap atau pancaran yang bagus. Proses pengeringan cat minyak oil velricle melalui oksidasi atau polimerisasi, sedangkan cat air celelusi akan mengering karena pelarutnya menguap airnya menguap. Cat minyak pembuatannya tidak saja mencampur pigment zat warna dengan minyak tapi ditambah beberapa zat untuk mempermudah pengeringan dan mengatur agar kekentalan dan agar zat warna tidak mengendap kecepatan pengendapannya ditahan. Proses pembuatan cat berbeda tergantung dari jenis zat warna yang digunakan. Bahan pembuat cat pelapis logam Bagian utama pembuatan cat minyak adalah; 1. Minyak Pengering 2. Bahan pengering driers 3. Zat pewarna pigmen 4. Filler dan extender 5. Thinner pelarut Minyak Pengering adalah minyak yang digunakan dalam pembuatan cat yang berfungsi untuk pengering zat warna. Secara umum digunakan minyak dari tumbuhan seperti minyak biji kapas, minyak kedelai dan lain sebagainya. Dengan menyerap oksigen dari udara, minyak bersama pigment akan berubah menjadi bahan pelapis yang keras dan transparan. Bahan pengering adalah zat yang ditambahkan untuk mempercepat proses pengeringan. Biasanya terdiri dari persenyawaan timah hitam Pb, mangan Mn, dan Kobalt Co. Fungsinya sebagai katalisator untuk menyerap oksigen dan mempercepat polimerisasi dari minyak. Perolehan zat pewarna dengan mineral alam Zat pewarna pigment diperoleh dari bahan padat yang dihancurkan sampai halus seperti serbuk, sehingga diperoleh intinya. Zat pewarna ini umumnya dari mineral alam, misalnya Warna putih dari timah hitam Pb seperti PbCO, PbOH, yang disebut white lead. ZnO mengeringnya lambat, BnSO, atau campuran Znc sulfida dan barium sulfat, Ti Untuk warna merah dari ferri oksida, CaSO, dan cuprum oksida merah. Untuk warna kuning umumnya persenyawaan Cromat CrO seperti PbCrO Pb Cromat atau Pb Carbonat Warna hijau dapat digunakan Cr,O, atau persenyawaan tembaga Cu Untuk warna biru dapat menggunakan Fe, FeCN Untuk warna hitam dapat menggunakan Carbon, MnO Filler dan extender adalah zat padat yang sangat halus yang hampir tidak mempunyai warna tidak mempunyai sifat pewarna. Sangat diperlukan untuk mencegah pengendapan zat pewarna. Bahan filler dan extender ini dapat diperoleh dari alam atau buatan, misalnya barium sulfat, barium carbonat, kalsium sulfat, caulin. Umumnya persentase yang digunakan 10-20%. Thinner pelarut berfungsi untuk mengurangi viskositas dari cat, melalui penambahan Thinner akan diperoleh kekentalan dengan konsistensi yang tetap. Biasanya dipakai terpentin yaitu hasil distilasi dari pohon tertentu yang dihancurkan kemudian disuling sehingga diperoleh CH terpentin, ada juga yang dari minyak spirit yaitu Hidro Carbon Parafin. Dunia industri lebih tertarik menggunakan pelapis cat pada hasil produksinya. Karena cat disamping prosesnya lebih mudah juga warna yang dapat dipilih sangat beragam, sehingga bisa memenuhi keinginan para konsumennya. Dalam pengecatan kapal laut dibuat cat yang tahan terhadap korosi air laut. Untuk pengecatan pesawat terbang digunakan cat yang tahan terhadap gesekan dari tekanan udara. Untuk pesawat luar angkasa digunakan cat yang dicampur keramik cair agar lebih tahan terhadap panas dan tekanan udara yang sangat tinggi, proses pengecatannya dengan sistem semprot pada temperatur yang relatif tinggi keseluruh bagian luar pesawat angkasa luar tersebut. Karakteristik cat pelapis logam Lapisan cat kering yang tebalnya sekitar 0,1 mm diharapkan mempunyai umur panjang dan akan membatasi masuknya udara, butiran air dan ion agresif ke permukaan logam. Meskipun banyak lapisan cat yang tidak dapat ditembus ion seperti klorida, sulfat dan karbonat, namun belum ada lapisan cat yang sepenuhnya mampu menghalangi oksigen atau air. Bila tiba saatnya, oksigen atau air akan berhasil mencapai permukaan logam, dan dengan demikian lapisan cat tidak mampu menghalangi reaksi katoda. Cat yang kontak dengan udara menggantungkan pengendalian korosinya pada pigmen. Cat seperti ini harus mampu menyesuaikan diri dengan kodisi lingkungan sangat beragam dan berubah dengan cepat. Lapisan cat bukan saja akan mengalami tegangan akibat temperatur permukaan yan berubah, tetapi juga oleh pemuaian termal pada logam yang dilindungi. Perubahan kelembaban relatif akan mendatangkan siklus basah-kering yang dapat menyebabkan cat melepuh atau retak. Radiasi ultra ungu akan menurunkan mutu permukaan cat. Ion agresif di udara yang terpolusi mungkin langsung menyerang cat atau mengurangi pH air hujan yang jatuh ke permukaan dicat. Ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan kimia pada pigmen atau bahan pengikat yang berakibat terurainya lapisan cat. Ketika cat semakin tua, oksidasi yang kontinu terhadap bahan pengikat dan hilangnya lapisan mengkilap akan menambah permeabilitas cat dan cat muda tererosi, akibatnya pigmen semakin banyak yang hilang. Sistem cat yang digunakan di dalam air mungkin mempunyai lapisan primer berpigmen, misalnya seng anorganik, mungkin juga tidak, tetapi lapisan paling atas bergantung pada absorpsi air dan koefisien transmisi yang sangat rendah untuk menahan masuknya elektrolit ke permukaan logam. Ikatan antara lapisan cat dan logam yang dilindungi harus kuat dan meliputi seluruh permukaan untuk mencegah kerusakan akibat osmosis. Oleh sebab itu, agar cat dapat membasahi seluruh permukaan ketika diulaskan, permukaan logam harus dibuat halus. Aturan ketebalan lapisan cat Ketebalan lapisan cat kering harus merata di seluruh permukaan logam, termasuk pada pinggiran dan pojok, baut, ulir terbuka, pada paku keling, dan sambungan. Bagaimanapun, tegangan permukaan selalu cenderung mengurangi tebal cat pada sudut yang tajam, seperti tampak dalam Gambar dibawah ini. Usahakan pinggiran harus dibundarkan agar ketebalan cat di situ sama dengan di bagian lain. Kegagalan pada bagian mana pun pada lapisan cat akan menyebabkan terpusatnya korosi di situ dan merangsang perusakan lebih lanjut karena korosi aerasi-diferensial akan terus berkembang tepat dibawah lapisan. Jika luka kecil akibat benturan kerikil pada cat di badan kendaraan diabaikan, bukan hanya pada titik itu karat akan berkembang melainkan juga disekitarnya. Akibatnya cat di sekitar itu melepuh, terkelupas serta menyingkapkan karat yang terjadi di antara lapisan cat dan logam. Gambar efek tegangan permukaan terhadap ketebalan lapisan cat di sudut atau tepi yang tejam Selain itu juga, cuaca dan kondisi yang sulit diduga sering dialami ketika pengecatan dilaksanakan. Mempersyaratkan agar cat mudah sekali digunakan melalui berbagai cara seperti pengulasan, rolling, penyemprotan, dan pencelupan. Cat harus mengering cepat sekali agar memudahkan pemberian lapisan berikutnya, agar hujan dan debu tidak sempat mengotori permukaan pada saat pengecatan ulang, agar kerugian akibat masa istirahat sekecil mungkin. Cat harus mudah diperhalus atau diperbaiki, tahan terhadap serangan jamur dan bakteri, serta mampu mempertahankan keindahannya dalam waktu yang cukup lama. Inilah sebabnya mengapa cat dipakaikan lebih dari selapis. Secara umum, semakin tebal semakin kuat perlindungan yang diberikan. Lubang sangat kecil holidays pada cat bisa sangat berbahaya akibat kenyataan bahwa katoda dapat menyebabkan laju korosi tinggi pada anoda kecil. Kadang kala dalam sistem yang mengandung gandengan dwilogam, hanya anoda yang dicat. Karena menurut perkiraan hanya anoda yang akan berkarat. Bagaimanapun juga laju korosi pada lubang yang sangat kecil akan berakibat pada perpaduan antara efek luas dan efek dwilogam. Kesimpulan Cat pelapis logam bertujuan untuk pencegahan terhadap terjadinya korosi, disamping sebagai dekoratif yang cerah dan juga menawan. Terdapat beberapa bahan untuk pembuatan cat pelapis logam, diantaranya minyak pengering, bahan pengering driers, zat pewarna pigmen, filler dan extender, thinner pelarut. Referensi Penulis Alfina Indah Rahmawati Korosi menjadi bagian daripada suatu peristiwa kimia yang melibatkan reduksi oksidasi atau biasa disebut reaksi redoks. Peristiwa ini sendiri dapat terjadi pada ikatan logam seperti besi, baja, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah dapat diartikan, terjadinya korosi berarti material tersebut telah mengalami kerusakan karena strukturnya bukan lagi sebagai logam murni melainkan logam oksida oleh adanya reaksi oksidasi yang terjadi pada logam tersebut. Disisi lainnya, berdasarkan sistem tabel periodik unsur, saat ini diketahui terdapat 80 jenis unsur logam dimana setangah dari jumlah tersebut dapat dikombinasikan atau dicampur dengan logam lain untuk membentuk paduan logam yang dapat menghasilkan variasi lebih dari jenis paduan logam yang berbeda. Dimana untuk masing-masing paduan tersebut akan memiliki sifat fisik, kimia, dan mekanik yang berbeda karena tersusun dari jenis logam yang berbeda namun semua jenis paduan tersebut dapat mengalami korosi dengan batas dan cara tertentu. Diakui ataupun tidak, adanya korosi mempengaruhi banyak bidang kehidupan manusia yang menggunakan benda terbuat dari logam. Hal itu karena proses korosi tidak hanya mempengaruhi sifat kimia logam tetapi juga menghasilkan perubahan sifat fisik dan mekaniknya. Logam yang sejatinya memiliki permukaan mengkilap dapat menjadi kusam dan kotor pada permukaannya dengan adanya korosi. Selain itu, logam yang pada dasarnya bersifat kuat dan kokoh, ketika mengalami korosi hingga ke bagian dalam, maka logam tersebut dapat menjadi keropos dan rapuh. Oleh karena itu terjadinya korosi sangat tidak diinginkan untuk material logam yang digunakan dalam kehidupan sehari hari. Pengertian Korosi Korosi adalah peristiwa berkarat dan terkelupasnya material logam seperti halnya dengan arti besi dimana hal ini terjadi karena reaksi oksidasi pada logam tersebut, oleh karena itulah korosi dapat menyebabkan kerusakan pada struktur material sehingga logam yang telah mengalami korosi menjadi tidak berguna atau memiliki nilai yang rendah karena sifat logam akan turun dengan adanya korosi. Pengertian Korosi Menurut Para Ahli Adapun definisi korosi menurut para ahli, antara lain; Supardi 1997, Korosi adalah proses terjadinya kerusakan secara material yang terjadi pada logam sebagai akibat lingkungan yang lembab. Dimana prihal ini membuktikan adanya reaksi kimia yaitu pada temperatur yang tinggi antara logam dan gas pada elektrokimia dalam lingkungan air atau udara basah Faktor Penyebab Terjadinya Korosi Faktor yang menjadi penyebab terjadi korosi secara sederhana, yaitu; Ketika logam yang baru dibuat mengalami kontak atau terpapar dengan udara, dimana maka permukaan yang awalnya mengkilap akan tertutup oleh karat akibat bereaksi dengan udara Adanya kecenderungan suatu logam untuk mengalami korosi ditentukan dari stabilitas dan kondisi logam tersebut. Suatu logam dapat terbentuk dalam keadaan logam murni, keadaan teroksidasi nol, ataupun dalam bentuk senyawa yang bergabung dengan unsur lain atau teroksidasi positif. Di alam, sebagian besar logam ditemukan dalam bentuk senyawa yang artinya logam cenderung lebih stabil dalam bentuk teroksidasi untuk berikatan dengan unsur lain. Dengan alasan ini inilah, maka penyebab terjadinya korosi untuk mendapatkan logam murni seperti yang biasa kita gunakan diperlukan energi yang cukup besar untuk mendapatkan logam murni. Sebaliknya ketika mengalami korosi yang berarti logam murni akan teroksidasi dan berikatan dengan unsur lain, maka energi akan dilepaskan dengan peristiwa ini atau dapat dikatakan proses korosi ini adalah proses spontan yang dapat terjadi tanpa adanya energi. Sangat mudah untuk menemukan benda di kehidupan kita yang menunjukkan tanda-tanda korosi. Bentuk Proses Korosi Ketika suatu logam seperti besi ditempatkan diluar ruangan dan material tersebut terpapar dengan kelembaban udara, besi tersebut akan berkarat dengan cepat. Hal itu dikarenakan pada keadaan udara lembab itu berarti pada kondisi tersebut uap air berada dalam jumlah yang tinggi pada udara. Uap air yang akan berperan dalam proses korosi besi tersebut dimana akan terjadi reaksi reduksi oksidasi pada prosesnya. Laju korosi akan dipercepat dengan adanya uap air garam pada kelembaban udara tersebut. Proses korosi terjadi melalui reaksi elektrokimia dimana molekul air akan menjadi sistem sel volta dalam mengalami kontak dengan logam dan akan mengoksidasi logam besi tersebut. Tentunya proses ini dapat terjadi dengan adanya oksigen bebas yang berperan dalam proses oksidasi. Mekanisme terjadinya korosi berawal ketika besi mengalami kontak dengan molekul air yang terdapat di udara. Reaksi reduksi oksidasi seperti yang ada pada baterai terjadi pada proses korosi. Logam akan berperan sebagai anoda sehingga logam tersebut akan mengalami oksidasi. Proses ini akan menghasilkan ion logam dan elektron bebas yang kemudian elektron tersebut akan berpindah dan mereduksi oksigen dan dapat menghasilkan ion hidroksida. Hal itu akan mendukung terjadinya reaksi katiodik. Pelarutan logam pada anoda akan menghasilkan dua produk yaitu ion logam yang akan berada pada larutan dan menghalami hidrasi atau menghasilkan ion logam yang berbentuk senyawa padat dan terkumpul pada permukaan. Besi murni Fe merupakan logam besi yang biasa digunakan sebagai material. Besi tersebut akan teroksidasi sehingga bermuatan 2+ dan akan menghasilkan elektron untuk mereduksi oksigen pada udara. Reaksi ini terjadi pada anoda Fes Fe2+aq + 2e– Elektron akan berpindah di dalam logam besi dan bergerak ke arah teteasan molekul air berada. O2g + 2 H2Ol + 4e– 4 OH–aq Dalam air, ion hidroksida akan bergerak ke arah dalam dan bereaksi dengan besi yang telah teroksidasi Fe2+. Hal itu akan menghasilkan besi II hidroksida yang akan mengendap. Fe­2+aq + 2 OH– aq FeOH2 s Karat akan terbentuk dengan cepat ketika proses oksidasi dari endapan terjadi. Hal itu karena pada umumnya FeOH2 bersifat reaktif dan akan dengan mudah bereaksi dengan oksigen yang berada pada udara bebas menghasilkan proses korosi. 4 FeOH­2 s + O2 g 2 Fe2O3•H2O s + 2 H2O l Karat tersebut berbentuk besi oksida yang terhidrasi dan akan menutupi permukaan logam besi. Karat memiliki warna coklat kehitaman sehingga akan menurunkan nilai dari logam tersebut. Dengan proses demikian, hal itulah yang menyebabkan proses korosi umumnya terjadi pada permukaan terlebih dahulu. Pencegahan Korosi dan Contohnya Berikut ini adalah serangkain faktor penyabab terjadinya krosi dalam ilmu kimia beserta contohnya, antara lain; Pelapisan Permukaan Metode pencegahan korosi yang paling sederhana dan mudah yaitu melalui pelapisan permukaan dimana pada metode ini, logam akan dilapisi dengan material penutup lain seperti cat. Penutupan permukaan logam dengan cat akan menghambat terjadinya kontak antara logam dengan uap air dan juga udara. Hal itu berarti akan mencegah terjadinya proses korosi pada logam tersebut. Sacrificial Coating Metode coating lainnya yaitu sacrificial coating dimana pada proses ini permukaan logam akan dilapisi dengan logam lain yang lebih mudah mengalami oksidasi atau proses ini juga dikenal dengan sacrificial coating. Salah satu logam sebagai pelapis akan dikorbankan untuk melindungi logam utama. Besi ataupun baja umumnya dilapisi dengan zink yang merupakan logam yang lebih reaktif. Proses ini juga dikatakan sebagai galvanisasi dimana korosi pada zink yan dihasilkan dari oksidasinya sedangkan besi akan mengalami reduksi. Reduksi pada besi merupakan inhibitor dari korosi. Proteksi Katiodik Cara lain untuk memproteksi logam dari korosi adalah dengan menggunakan metode proteksi katiodik dimana pada prosesnya, muatan elektrik negatif akan dialirkan ke logam secara kontinyu. Proteksi katiodik mereplikasi efek dari metode sacrificial coating dengan logam yang jauh lebih aktif. Sumber dari muatan negatif pada umumnya berasal dari power supply eksternal. Proses ini banyak digunakan dalam proteksi korosi untuk tangki bahan bakar dan pipa bawah tanah. Passivation Metode ini merupakan cara menghambat korosi pada logam melalui film tipis yang dilapiskan pada permukaan logam sebagai penghalang terhadap oksidasi logam tersebut. Pembentukan lapisan pasif ini akan dipengaruhi oleh pH lingkungan, suhu, dan kondisi kimia. Metode ini telah digunakan pada patung Liberty yang dilapisi dengan platina biru-hijau melalui reaksi kimia tertentu. Hal ini akan memproteksi logam tembaga dari patung Liberty. Anodisasi Anodisasi adalah cara penghambatan korosi dimana logam akan diproteksi dengan senyawa spesifik tertentu melalui kondisi elektrokimia. Hal ini akan menghasilkan film atau lapisan tipis logam oksida berukuran nanometer. Pori akan memungkinkan terjadinya oksidasi pada film, metode ini menghasilkan lapisan yang lebih tebal daripada metode passivation. Sacrificial Anode Protection Memiliki prinsip yang sama dengan sacrificial coating, metode scrificial anode protection terbentuk dari logam yang memiliki reaktivitas lebih tinggi daripada logam utama yang akan diproteksi. Proses ini dapat digunakan untuk mencegah korosi pada struktur logam dengan kuat. Metode sacrificial anode akan rusak terlebih dahulu sebelum logam yang diproteksi mengalami kerusakan. Namun, kekurangan dari metode ini yaitu mengharuskan adanya penggantian dari pelapis secara berkala karena pelapis dapat mengalami kerusakan. Itulah tadi pembahasan secara lengkap tentang materi kimia dengan fokus pada pengertian korosi menurut para ahli, faktor penyebab, proses tarjadi, pencegahan, dan contohnya di dalam kehidupan. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta membarikan pengetahuan kepada segenap pembaca sekalian. Aji Pangestu Adalah Mahasiswa Jurusan Kimia Yang saat ini Sedang Belajar serta Menyelesaikan Studi Pendidikan di salah Satu Kampus Negari Jawa Tengah. 0% found this document useful 0 votes197 views20 pagesDescriptionpencegahan korosi dengan metode pelapisanOriginal TitlePELAPISAN KOROSICopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes197 views20 pagesPelapisan KorosiOriginal TitlePELAPISAN KOROSIJump to Page You are on page 1of 20 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 18 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Apa itu korosi? Bahasa sederhananya korosi adalah pengkaratan. Biasa kita lihat pada besi, di suatu waktu terjadi pengkaratan. Nah, itulah yang dinamakan korosi. Tentu saja korosi itu sangat merugikan. Lihat saja, pagar besi yang indah tiba-tiba berubah menjadi tidak indah. Korosi juga membuat besi menjadi mudah sekali dipatahkan. Cara yang paling sering digunakan untuk mencegah korosi dengan melakukan pengecatan. Makanya secara berkala, kita melakukan pengecatan pada pagar besi. Entah itu satu kali setahun, dua kali setahun, ataupun tiga kali setahun. Apakah ada besi yang tidak pernah terjadi korosi? Ada, jawabannya besi stainless steel. Itu besi mantap banget dah, tidak pernah terjadi pengkaratan. Pengertian Korosi Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di lingkungannya sehingga menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki. Korosi sering disebut dengan pengkaratan. Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi sedangkan oksigen mengalami reduksi. Karat yang terjadi pada logam umumnya berupa oksida atau karbonat berwarna coklat-merah. Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada peristiwa korosi besi, pada bagian tertentu dari besi itu sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fes → Fe2+aq + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari besi, bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. O2g + 4H+aq + 4e → 2H2Ol atau O2g + 2H2Ol + 4e → 4OH–aq Pada ion besi II terbentuk pada anode, selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi III kemudian membentuk oksida terhidrasi, yaitu karat besi. Bagian besi mana yang bertindak sebagai anode maupun katode? Hal tersebut bergantung pada banyak faktor, misalnya zat pengotor atau perbedaan rapatan logam itu. Jenis-Jenis Korosi Ada berbagai jenis korosi, yakni 1. Korosi Homogen Korosi homogen terjadi karena reaksi elektrokimia yang secara homogen yang terjadi karat ke seluruh bagian material yang terbuka. Sifat dari korosi ini adalah merata dan material menipis. 2. Korosi Galvanis Apabila terjadi kontak atau secara listrik kedua logam dengan berbeda potensial akan menimbulkan aliran listrik diantara kedua logam tersebut. Logam yang mempunyai tahanan potensial rendah akan terkikis dan yang memiliki potensial tinggi akan menurun potensial nya. Korosi galvanis dipengaruhi oleh lingkungan, jarak, area, dan luas. 3. Crevice Corrosion Sifat korosi ini tidak tampak dari luar tapi merusak konstruksi. Korosi ini sering terjadi pada sambungan yang kurang kedap seperti pada lubang, gasket, lap joint, kotoran, dan endapan. 4. Korosi Intergranular Korosi intergranular terjadi pada daerah tertentu dengan penyebab grain boundary. Hal ini disebabkan oleh adanya kekosongan unsur pada kristal dari proses pengecoran. Sehingga korosi ini sering terjadi pada proses pengecoran atau pengelasan. Faktor-Faktor Penyebab Korosi Ada berbagai faktor yang mampu menyebabkan korosi, yakni 1. Air dan Kelembaban Udara Dilihat dari reaksi yang terjadi pada proses korosi, air merupakan salah satu faktor penting untuk berlangsungnya korosi. Udara lembab yang banyak mengandung uap air akan mempercepat berlangsungnya proses korosi. 2. Elektrolit Asam atau Garam Elektrolit merupakan media yang baik untuk terjadinya transfer muatan. Hal ini mengakibatkan elektron lebih mudah diikat oleh oksigen di udara. Air hujan banyak mengandung asam sedangkan air laut banyak mengandung garam. Oleh karena itu air hujan dan air laut mampu menyebabkan korosi. 3. Permukaan Logam yang Tidak Rata Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan, yang akhirnya akan berperan sebagai anode dan katode. Permukaan logam yang licin dan bersih akan menyebabkan korosi sulit terjadi, sebab kutub-kutub yang akan bertindak sebagai anode dan katode sulit terbentuk. 4. Terbentuknya sel elektrokimia Jika dua logam yang berbeda potensial bersinggungan pada lingkungan berair atau lembab, dapat terbentuk sel elektrokimia secara langsung. Logam yang potensial rendah akan segera melepaskan elektron ketika bersentuhan dengan logam yang potensial tinggi, serta akan mengalami oksidasi oleh oksigen dari udara. Hal tersebut mengakibatkan korosi lebih cepat terjadi pada logam yang potensialnya rendah, sedangkan logam yang potensialnya tinggi justru lebih awet. Misalnya, paku keling yang terbuat dari tembaga untuk menyambung besi akan menyebabkan besi di sekitar paku keling tersebut berkarat lebih cepat. 5. pH Pada suasana yang lebih asam, pH < 7, reaksi korosi besi akan lebih cepat, sebagaimana reaksi reduksi oksigen dalam suasana asam lebih spontan yang ditandai dengan potensial reduksinya lebih besar dibanding dalam suasana netral ataupun basa. 6. Suhu Semakin tinggi suhu, semakin cepat korosi terjadi. Hal ini sebagaimana laju reaksi kimia meningkat seiring bertambahnya suhu. 7. Bakteri Tipe bakteri tertentu dapat mempercepat korosi, karena mampu menghasilkan karbon dioksida CO2 dan hidrogen sulfida H2S. CO2 akan menurunkan pH sehingga menaikkan kecepatan korosi. H2S dan besi sulfida Fe2S2 hasil reduksi sulfat SO42- oleh bakteri pereduksi sulfat pada kondisi anaerob, dapat mempercepat korosi bila sulfat ada di dalam air. Zat-zat ini dapat menaikkan kecepatan korosi. 8. Galvanic Coupling Bila besi terhubung atau menempel pada logam lain yang kurang reaktif tidak mudah teroksidasi, potensial reduksi lebih positif, maka akan timbul beda potensial yang menyebabkan terjadinya aliran elektron dari anode ke katode. Hal ini menyebabkan besi akan lebih cepat mengalami korosi dibandingkan tanpa keberadaan logam kurang reaktif. Efek ini disebut juga dengan efek galvanic coupling. Cara Mencegah Korosi Adapun cara untuk mencegah korosi dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni 1. Pengecatan Cara paling Umum Fungsi pengecatan untuk melindungi besi terhadap kontak dengan air dan udara. Cat yang mengandung timbal dan seng akan lebih melindungi besi dari korosi. Pengecatan harus sempurna karena jika terdapat bagian yang tidak tertutup oleh cat, maka besi di bawah cat akan terkorosi. Cara ini umumnya dilakukan pada pagar rumah maupun jembatan. 2. Dibalut plastik Plastik mampu mencegah besi terkontak dengan air dan udara. Peralatan rumah tangga biasanya dibalut plastik untuk menghindari korosi. 3. Pelapisan dengan Krom Krom Cr memberi lapisan pelindung, sehingga besi yang diberi lapisan krom akan mengkilap. Pelapisan dengan krom dilakukan dengan proses elektrolisis. Krom dapat memberikan perlindungan meskipun lapisan krom tersebut ada yang rusak. Cara ini umumnya dilakukan pada kendaraan bermotor, misalnya bumper mobil. 4. Pelapisan dengan Timah Tin plating Timah Sn termasuk logam tahan karat. Kaleng kemasan dari besi umumnya dilapisi dengan timah. Proses pelapisan dilakukan secara elektrolisis. Lapisan timah akan melindungi besi selama lapisan itu masih utuh. Apabila terdapat goresan, maka timah justru mempercepat proses korosi karena potensial elektrode besi lebih positif dari timah. 5. Pelapisan dengan Seng Galvanisasi Seng Zn dapat melindungi besi meskipun lapisannya ada yang rusak. Hal ini karena potensial elektrode besi lebih negatif daripada seng, maka besi yang terkontak dengan seng akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode dan seng akan mengalami oksidasi sehingga besi akan lebih awet. 6. Pengorbanan Anode Sacrificial Anode Perbaikan pipa bawah tanah yang terkorosi mungkin memerlukan perbaikan yang mahal biayanya. Hal ini dapat diatasi dengan teknik sacrificial anode, yaitu dengan cara menanamkan logam magnesium kemudian dihubungkan ke pipa besi melalui sebuah kawat. Logam magnesium itu akan berkarat, sedangkan besi tidak karena magnesium merupakan logam yang aktif lebih mudah berkarat. 7. Membuat Paduan Logam Stainless Steel Paduan logam yang sering dipakai adalah stainless steel. Merupakan campuran dari 74% besi Fe, 18% nikel Ni, dan 8% krom Cr. Contohnya pada alat-alat perkakas rumah tangga seperti sendok stainless steel. *** Pertanyaan sederhana, kenapa korosi hanya terjadi pada logam? Jawabannya karena logam pada bagian tertentu bisa sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Dan di bagian sisi lagi bertindak sebagai katode, di mana oksigen tereduksi. Jadi pada logam terjadi dua peristiwa sekaligus, oksidasi dan reduksi. Tentu saja ini hanya pada logam tertentu.

pencegahan korosi dengan pelapisan logam cr disebut