Maka perhitungan ongkos kirimnya yaitu 60 x 50 x 20 / Rp6.000 = 10 kg x Rp15.000 = Rp.150.000. 3. Berdasarkan Berat. Menentukan ongkos kirim juga bisa berdasarkan berat barang yang akan dikirim. Dengan begitu, semakin berat barang yang akan dikirim, maka semakin mahal juga ongkos kirim yang akan dikenakan.
Jikajarak tempuh 15,88KM, maka aplikasi akan membulatkannya menjadi 1KM. Sehingga, perhitungan tarifnya menjadi: GrabBike : 16 x Rp1.500 = Rp 24.000. Go-Jek : 16 x Rp2.000 = Rp 32.000. Rush Hour : GrabBike menjadi Rp29.000 dan Go-Jek Rp37.000. Semoga simulasi di atas, bisa sedikit mencerahkan kebingungan sebagian pengguna ojek online akan
BagaimanaCara Menghitung Ongkos Kirim? Toppers pada saat checkout, sistem akan menghitung perkiraan biaya ongkos kirim pesanan kamu dari alamat Penjual menuju alamat Pembeli sesuai dengan berat pesanan yang diinput oleh Penjual ke sistem pada saat meng- upload foto produk. Berikut ini adalah ketentuan untuk Menggabungkan Ongkos Kirim
5 Penentuan tarif ideal. Pada tahap selanjutnya adalah menentukan tarif optimal. Perhitungan tarif optimal berdasarkan pada tarif pokok yang kemudian dikenakan biaya yang dihitung untuk keuntungan perusahaan, biaya overhead perusahaan, dan profit management untuk perusahaan. Adapun langkah-langkah perhitungan sebagai berikut : a. Management fee.
Pertama cara menghitung ongkir berdasarkan jarak paling praktis untuk pemula adalah melakukan riset terhadap jasa-jasa ekspedisi yang sudah ada sebelumnya. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran pantas berapa tarif lazim di tempat Anda. 2. Identifikasi jangkauan tim kurir. Kenali lebih dahulu berapa jangkauan pengiriman yang Anda mampu.
Beratbarang merupakan faktor penentu pertama yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan biaya pengiriman. Berat barang ini bisa diukur dengan dua cara yaitu berat aktual dan berat dimensi. Berat aktual adalah berat paket yang dibulatkan ke kilogram berikutnya. Misalnya barang Anda ketika ditimbang memiliki berat 2,8 kg maka akan dihitung 3 kg.
. Menghitung Tarif atau ongkos kirim paket pada umumnya ditentukan berdasarkan berat riil paket dan/atau ukuran volume paket, selain alamat tujuan paket tentunya. Mana yang lebih besar, itu yang digunakan sebagai dasar menentukan ongkos kirimnya. Ongkir paket ditentukan oleh berat dan volume paket, mana yang lebih besar, itu yang digunakan sebagai dasar menentukan ongkir. Dalam menghitung ongkos kirim paket, secara umum seorang agen pengiriman akan menimbang berat paket sebenarnya lalu melihat alamat tujuan paket tersebut. Hal ini berlaku untuk paket yang berukuran kecil dan "normal". Normal disini artinya ukuran atau dimensi paket tersebut terlihat sesuai dengan beratnya. Namun jika ukuran paket terlihat lebih besar dari berat sebenarnya, maka si agen akan mengukur dimensi paket tersebut. Yang meliputi panjang, lebar dan tinggi paket lalu dibagi dengan angka tertentu, biasanya 6000. Hasilnya menunjukkan berat volume paket. Contoh menghitung volume paket. Panjang paket 30 cm, lebar 20 cm, tinggi 25 cm. Maka volume paket tersebut adalah 30 x 20 x 25 6000 2,5 kg. Lalu, antara berat riil paket dan berat volume paket dibandingkan. Misalnya berat paket 1,2 kg atau dihitung 1 kg, sedangkan volume paket 2,5 kg, maka untuk paket tersebut akan dikenakan ongkos kirim berdasarkan berat volume, yaitu 2,5 kg atau dibulatkan ke atas jadi 3 kg. Waduh, berat ya. Bentuk Paket Yang Tidak Persegi Panjang Bagaimana menghitung volume paket yang tidak berbentuk persegi panjang, melainkan setiap sisi panjang, lebar dan tinggi paket tidak sama? Misalnya seperti paket yang bentuknya berupa bola yang besar. Atau paket yang bentuknya tidak beraturan pada sisi-sisinya, seperti paket berikut ini. Hitung volume paket yang bentuknya tidak beraturan, panjang-lebar-tinggi paket diukur dari ujung ke ujung terpanjang. Untuk bentuk paket yang dimensinya tidak simetris, cara menghitung volume paketnya diukur berdasarkan ukuran terpanjang, baik untuk panjang, lebar dan tinggi paket. Contoh panjang salah satu sisi paket 40 cm, panjang pada sisi lain 50 cm. Lebar salah satu sisi paket 30 cm, sisi lainnya 35 cm, sedangkan tinggi paket pada salah satu sisinya 30 cm, tinggi pada sisi lainnya 40 cm. Maka untuk paket tersebut ukuran volumenya adalah P x L x T 50 cm x 35 cm x 40 cm. Cara Menyiasati Agar Ongkir Volume Jadi Berat Riil Paket Dikenakan tarif paket berdasarkan volume tentunya membuat kita membayar lebih mahal. Mungkin ada yang merasa ini tidak fair, masak sih beratnya cuma 1 kg, kok disuruh bayar 3 kg hanya gara-gara ukuran paket. Baca Juga Lalu bagaimana solusinya agar paket yang kita kirim tidak kena tarif volume? Ada beberapa cara menyiasati agar terhindari dari ongkos kirim berdasarkan volume - Jangan membungkus barang yang akan dikirim secara berlebihan, sebaliknya gunakan dus yang berukuran sesuai ukuran barang. Dalam banyak kasus, pengirim menggunakan dus yang ditemui di rumahnya, bukan mencari yang seukuran dengan barang. - Bila mungkin gunakan dus bawaan dari barang. Beberapa jenis barang elektronik biasanya memiliki dus bawaan, ini bisa dimanfaatkan. Jika ada ruang yang kosong dalam dus, bisa diisi dengan bahan lunak, seperti bubble wrap, styro foam, kertas diremas-remas, sebagai pengaman. - Bila mungkin, bagi isi paket menjadi dua bagian paket. Misalnya dalam contoh diatas, paket seberat 1 kg terkena ongkir volume jadi 3 kg. Dengan membaginya dalam 2 paket yang lebih kecil, ada kemungkinan paket hanya kena ongkir masing-masing 1 kg saja, sehingga masih bisa ngirit ongkir 1 kg. Memang tidak semua barang bisa disiasati dengan cara-cara tadi. Untuk barang yang merupakan 1 unit kesatuan memang tidak mungkin dipisah dalam dua bagian. Begitu juga untuk barang yang sifatnya fragile, seperti boneka, barang keramik, piring-gelas, memang membutuhkan ekstra penanganan dalam mengemasnya untuk memastikan keamanannya. Barang-barang fragile, termasuk makanan seperti kerupuk, snack krispi, roti bolu hampir tidak memungkinkan untuk dipacking secara minimalis hanya demi mengirit ongkos kirim. Bagaimana Jika Berat Dan Volume Paket Sama? Lalu bagaimana jika barang yang dikirim lebih dari satu paket, katakanlah terdiri 2 paket, dan ternyata setelah ditimbang dan diukur ternyata kedua paket tersebut berbeda cara penghitungan ongkirnya. Kebetulan ini adalah kasus nyata, dimana ada orang yang mengirim paket lewat Lion Parcel untuk orang dan alamat yang sama sebanyak 2 buah paket besar. Sebut saja paket 1 dan paket 2. Paket 1 berat riil atau berat aktualnya adalah 9 kg, dimensinya PxLxT 46 cm x 26 cm x 33 cm atau berat volumenya 6,58 kg, sehingga yang digunakan adalah berat aktualnya, yaitu 9 kg. Tapi untuk paket 2 berat aktualnya hanya 2,2 kg, sedangkan volumenya 4,43 kg 41 cm x 27 cm x 24 cm, sehingga dikenakan ongkir berdasarkan volume 4 kg, karena di Lion Parcel kelebihan berat kurang dari 500 gr dibulatkan ke bawah. Berdasarkan perhitungan tersebut seharusnya total ongkir kedua paket tersebut adalah 13 kg 9 kg + 4 kg. Tapi ternyata setelah diinput dalam sistem Lion Parcel, hasil akhir menunjukkan total berat paket yang dibebankan atas paket tersebut adalah 11 kg. Atau sesuai berat aktual kedua paket. Bagaimana bisa? Resi paket Lion Parcel Hitungannya begini. Berat aktual kedua paket adalah 11 kg 9 kg + 2,2 kg, sedangkan berat volume kedua paket adalah 11 kg 6,58 kg + 4,43 kg. Jadi kedua paket tersebut setelah dijumlahkan, baik berat aktual maupun berat volumenya sama-sama 11 kg, sehingga ongkir yang dibayar si pengirim atas paketnya adalah 11 kg. Bukan 13 kg. Semoga artikel tentang cara menghitung ongkos kirim apakah berdasarkan berat aktual paket atau volume ini bermanfaat bagi kamu yang sering berurusan dengan jasa pengiriman.
Bisnis baru biasanya akan menyediakan kurir internal untuk pengiriman. Tahukah kamu cara menghitung ongkos kirim? Beberapa bisnis baik online maupun offline ada yang menyediakan kurir toko untuk urusan pengiriman. Kurir toko tentu berbeda dengan kemitraan bersama jasa ekspedisi. Pasalnya, jika bermitra dengan jasa ekspedisi kamu tak perlu repot menghitung ongkos kirim. Sebaliknya, menyediakan kurir internal membuatmu harus tau cara menghitung ongkos kirim berdasarkan jarak. Baca Juga Arti Ekspedisi dalam Bisnis dan Pengiriman Barang Jarak hanyalah satu dari beberapa faktor yang menentukan besaran ongkos kirim. Mengetahui cara menghitung ongkos kirim juga penting untuk memperkirakan biaya pengiriman dari jasa ekspedisi. Jika kamu menjual barang di e-commerce, tentu biaya pengiriman sudah dihitung secara otomatis. Namun, bagaimana jika kamu berjualan di WhatsApp atau media sosial lain yang membuatmu harus mengantarkan paket ke ekspedisi secara manual? Menghitung ongkos kirim dengan akurat amat penting. Terutama bagi kamu yang membebankan biaya pengiriman barang kepada pembeli. Lantas, bagaimana cara menghitung ongkos kirim berdasarkan jarak dan berat? Faktor Penentu dan Cara Menghitung Ongkos Kirim Foto Cara menghitung ongkos kirim ditentukan oleh beberapa faktor, seperti jarak, berat barang, metode pengiriman, dan biaya tambahan lainnya. Berikut penjelasannya untukmu! 1. Jarak Pengiriman Faktor penentu ongkos kirim yang pertama adalah jarak dari pengirim ke lokasi penerima. Penentuan ongkos kirim berdasarkan jarak ini sudah dikalkulasikan secara otomatis di e-commerce maupun di sistem ekspedisi itu sendiri. Perhitungan jarak kirim antar kota biasanya berkisar mulai dari hingga sedangkan untuk pengiriman antar pulau bisanya mulai dari Untuk mengetahui angka pastinya, kamu bisa mengeceknya langsung di situs jasa ekspedisi atau situs lain yang menyediakan fitur hitung ongkos kirim. Namun, jika kamu ingin mengadaptasi perhitungan jarak untuk ongkir kurirmu sendiri, berikut cara hitungnya Sebagai contoh, kamu mengenakan tarif Kemudian, kamu menerima pesanan dari pelanggan yang jarak lokasinya 10km. Kamu tinggal mengalikan 10km x maka ongkirnya sebesar 2. Berat Barang Faktor penentu cara menghitung ongkos kirim selanjutnya adalah berat barang. Jika berjualan di e-commerce, pastinya kamu diminta memasukkan berat barang di rincian produk. Tujuannya adalah memudahkan jasa ekspedisi dalam menentukan ongkir. Begitu pun bila mengantarkan paket langsung ke kantor ekspedisi, biasanya paketmu akan ditimbang terlebih dahulu. Biasanya, batas toleransi paket adalah 300gram. Artinya, jika berat paketmu 1,3kg maka akan dihitung biaya 1kg saja. Cara menghitung ongkos kirim berdasarkan jarak tentu dengan mengalikan berat paket dengan biaya kirim per kilogram. Jika ongkir paket sebesar maka untuk paket seberat 2kg akan dikanakan tarif kirim Baca Juga 8 Tips Memulai Bisnis Ekspedisi, Cocok Untuk Milenial! 3. Metode Pengiriman Metode pengiriman tentu dapat mempengaruhi biaya ongkir. Pengiriman paket bisa melalui jalur darat, laut, udara, maupun antarmoda. Setiap moda transportasi tentu mempunya kelebihan dan kekurangan yang berpengaruh terhadap ongkir. Pengiriman lewat udara dan laut biasanya lebih mahal ketimbang pengiriman lewat darat. Selain moda transportasi, jenis layanan pengiriman juga menentukan biaya ongkir. Beberapa ekspedisi membagi jenis pengirimannya menjadi regular, kilat atau ekspress, dan instan atau sehari sampai. Makin cepat estimasi pengiriman, semakin mahal biayanya. Konsep ini juga bisa kamu adaptasi dalam kurir tokomu. Kamu bisa menyediakan opsi pengiriman instan atau regular kepada pembeli. Kamu bisa mendapat keuntungan lebih dari layanan ini. 4. Biaya Tambahan Lain Faktor lain yang menentukan ongkos pengiriman adalah biaya tambahan lain. Biaya tambahan ini biasanya berkaitan dengan pengemasan barang. Jika berjualan di e-commerce, kamu bisa menyertakan biaya tambahan packing dus atau bubble wrap. Begitu pun jika menggunakan kurir internal, biaya tambahan pengemasan juga bisa diberlakukan. Besaran biayanya tentu dapat kamu tentukan sendiri berdasarkan jenis kemasan dan ukuran produk. Misalnya, kamu bisa menyediakan opsi packing kayu jika menjual produk elektronik atau barang mudah pecah. Baca Juga Resi adalah Tanda Terima yang Krusial pada Jasa Ekspedisi, Apa Fungsinya? Strategi Menentukan Biaya Pengiriman Menurut Investopedia, logistik sendiri mengacu pada proses keseluruhan pengelolaan sumber daya. Termasuk penyimpanan hingga diangkut menuju ke lokasi tujuan. Serangkaian proses tersebut tentu menjadi bagian dari hitung-hitungan biaya ongkir. Nah, setelah mengetahui cara menghitung ongkos kirim, berikut strategi penerapannya untukmu! 1. Bandingkan Dengan Pesaing Jika kamu menggunakan kurir internal, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membandingkan ongkirmu dengan pesaing. Pembeli tentu akan memilih toko dengan biaya kirim lebih murah. Jadi, akan lebih baik jika biaya pengirimanmu tidak lebih mahal dari pesaing ya! Selain itu, jika menggunakan jasa ekspedisi maka pilihlah jasa ekspedisi dengan ongkir paling murah dan berkualitas. Pada dasarnya, semua jasa ekspedisi besar memberikan jaminan perlindungan atas paket yang dikirimkan, jadi temukanlah ekspedisi termurah dan tercepat. 2. Pertimbangkan Diskon Ongkos Kirim Langkah selanjutnya adalah memberikan diskon pengiriman atau bahkan gratis ongkir! Cara ini bisa digunakan untuk menarik perhatian pembeli. Pasalnya, konsumen Indonesia begitu tergoda dengan promo gratis ongkir. Kamu bisa memberikan diskon atau gratis ongkir untuk minimum pembelian tertentu. Kamu juga bisa memberikan gratis ongkir untuk pembeli yang melakukan transaksi pertama di tokomu, atau kepada pelanggan setia. Baca Juga Apa Itu AirWay Bill? Ini Fungsi dan Cara Melacaknya 3. Petakan Lokasi Pembeli Jika bisnismu sudah melayani banyak transaksi, kamu bisa coba memetakan lokasi pembeli. Ketahuilah berapa banyak pembeli yang berasal dari dalam kota, dari luar kota, luar pulau, maupun dari negara lain. Dengan memetakan lokasi pembeli, kamu jadi bisa menetukan layanan dan metode pengiriman yang paling tepat untuk pelanggan. Perhitungan ongkos kirim juga bisa jadi lebih akurat. Nah, itulah penjelasan tentang cara menghitung ongkos kirim yang bisa kamu coba. Yuk, tentukan ekspedisi terbaik untuk tokomu!
Kelebihan menggunakan jasa perusahaan logistik untuk mengirim barang adalah mudah dipantau. Berapa besar biaya yang dibutuhkan bisa diketahui sebelum melakukan pengiriman. Pebisnis online bisa menginformasikan kepada pembeli mengenai beban biaya kirim yang harus ditanggung dengan mudah. Misalnya melalui cek ongkir JNE sesuai perhitungan jarak, berat serta ketersediaan asuransi berdasarkan jenis barang kiriman. Informasi biaya pengiriman atau sering disebut ongkir sangat berguna karena menentukan nominal pembayaran dari konsumen. Tidak jarang, permasalahan biaya kirim ini menjadi pertimbangan membeli barang. Pada kasus tertentu bisa jadi biaya ongkir lebih besar dibanding harga barang. Maka pembeli terlebih dahulu disarankan mengecek sendiri biaya pengiriman sebelum membeli secara online. Sehingga mereka tahu berapa besar uang yang dibutuhkan untuk membayar ongkos pengiriman tersebut. Berikut cara mengetahui biaya ongkir berdasarkan perhitungannya 1. Cek berdasarkan pilihan durasi ongkir dari jasa ekspedisi Membeli barang secara online dan jarak jauh yang menjadi pertimbangan utama adalah ongkir. Tarif pengiriman menjadi penambah nominal pembayaran dari konsumen. Banyak calon pembeli yang pada akhirnya membatalkan pesanan hanya karena permasalan tingginya ongkos kirim. Sebab harga produk terlihat murah namun ketika ditotal dengan ongkir jumlahnya jadi sangat signifikan bagi pembeli. Kita saja pada saat tertarik dengan tawaran produk melalui internet terlebih dahulu menghubungi penjual untuk menanyakan ongkir. Jika memungkinkan terdapat beberapa pilihan ongkir sesuai jasa ekspedisi dan durasi pengiriman. 2. Cek berat, tipe, dan jarak pengirimannya Pengiriman standar dengan one day service atau layanan khusus tentu berbeda tarifnya. Semakin cepat semakin tinggi biaya ongkir yang harus ditanggung. Jangan buru-buru mengklaim biaya ongkir mahal. Cek dulu berdasarkan tipe, berat, dan jarak pengiriman. Untuk produk cepat rusak misalnya kosmetik dan parfume umumnya mahal. Karena perlu pengemasan khusus serta resikonya dalam perjalanan. Beberapa jasa kirim barang menerapkan aturan ketat untuk jenis cairan seperti parfume. Karena resiko rusak lebih tinggi. Ongkir ditentukan oleh jarak dan berat, ini perhitungan utama. Semakin jauh jarak tempuh semakin besar biaya ongkir. Baca Juga Mengenal Lebih Dalam Tentang Jasa pengiriman Barang Ongkir biasanya diinformasikan untuk tiap satu kilogram. Jadi jika penjual mengirim lebih dari itu akan dihitung satu kilogram berikutnya atau 2 kilogram. Contoh berat 1,25 kg, maka ongkos kirimnya tetap dihitung untuk 2 kg setiap pengiriman. 3. Cek melalui internet Biaya pengiriman barang bisa diketahui secara umum melalui mesin pencarian internet. Melalui mesin pencarian konsumen atau seller bisa mengetahui tarif pengiriman barang pada beberapa perusahaan logistik sekaligus. Namun bisa lebih spesifik dengan memasukkan keyword yang relevan. Misalnya cek ongkir lion parcel, disini perlu data kota pengirim dan penerima barang. Jika tidak mengetahui alamat website perusahaan bisa langsung mengetikkan keyword pada browser. Akan langsung muncul informasi seperti yang diinginkan. Biaya pengiriman barang akan tertera dalam satuan perkilogram. Jadi bisa disesuaikan dengan beratnya kiriman namun umumnya terdapat juga ukuran dalam satuan volume. Selain melalui mesin pencari, seller atau konsumen bisa cek ongkir J&T di laman website perusahaan. Perusahaan besar umumnya menyediakan website resmi yang bisa digunakan untuk mencari berbagai informasi. 4. Cek dari website resmi perusahaan Cara melakukan pengecekan biaya ongkos kirim logistik lainnya yakni melalui situs resmi bisa juga digunakan untuk cek ongkir SiCepat, jangkauan, jenis layanan, contact customer service, alamat kantor cabang, agen dan sebagainya. Kamu juga bisa menghubungi langsung perusahaan tersebut untuk mendapatkan informasi biaya kirim barang secara up to date dan cepat. Yang pasti jangan salah pilih, pastikan hanya menggunakan jasa Shipper. Customer service online 24 jam akan sangat membantu semua kebutuhan kamu mengenai informasi pengiriman. Shipper adalah salah satu agregator logistik & warehouse di Indonesia yang menyediakan jasa pengiriman barang serta sewa gudang terpercaya. Dengan Shipper, kamu bisa memilih berbagai macam ekspedisi sesuai dengan kebutuhan bisnis online shop kamu. Selain itu, Shipper juga memiliki layanan customer service supportive selama 24 jam serta fitur tracking untuk melacak keberadaan paket yang sedang dikirim secara online dan akurat. Bebas kirim tanpa batas dan ke mana saja, Shipper solusinya! Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek di
Ongkir atau biaya pengiriman adalah salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi customer dalam melakukan pengiriman barang atau memilih perusahaan ekspedisi. Namun, apakah Anda mengetahui cara menghitung ongkir yang tepat? Tentunya dalam menghitung atau menentukan ongkir, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor seperti jarak tempuh pengiriman, berat barang yang akan dikirim, volume barang, atau metode pengirimannya. Nah, berikut ini kami akan menjelaskan mengenai cara menghitung ongkir berdasarkan jarak, berat, atau volume barang kiriman. Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Faktor-Faktor yang Menentukannya Cara menghitung ongkos kirim atau biaya pengiriman memang bervariasi tergantung dari perusahaan ekspedisinya. Akan tetapi, rata-rata perusahaan ekspedisi biasanya akan menentukan ongkir berdasarkan jarak, berat, volume, atau jenis layanan pengirimannya. Nah, untuk mengetahui cara menghitung ongkir secara lebih detail akan dijelaskan melalui poin-poin berikut. Baca juga Cara Menulis Alamat Paket Yang Benar Dan Sesuai Standar Ekspedisi 1. Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Jarak Faktor pertama yang menentukan besaran ongkir adalah jarak tempuh pengiriman. Melalui jarak pengiriman, biaya pengiriman akan ditentukan dari perhitungan jarak antara lokasi asal dan tujuan pengiriman barang. Kisaran besaran ongkir berdasarkan jarak biasanya sebesar sampai Untuk pengiriman jarak jauh seperti antar pulau biasanya dimulai dari kisaran Namun, kisaran ini bisa berbeda-beda tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan ekspedisi. Anda bisa melihat tarif pengiriman pada halaman website perusahaan-perusahaan tersebut. Tetapi jika Anda punya bisnis pengiriman sendiri, Anda bisa menggunakan rumus sebagai berikut Ongkos Kirim = Jarak Pengiriman X Tarif/Km Contoh perhitungannyaMisalkan Anda menentukan biaya pengiriman dan Anda mendapat order dari customer yang tujuan lokasinya berjarak 5 Km. Maka Anda tinggal mengalikan jarak pengiriman dengan besaran tarif per kilometernya yaitu 5 Km X = Jadi, besaran ongkirnya adalah sebesar 2. Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Berat Barang Kiriman Faktor selanjutnya dalam cara menghitung ongkos kirim yaitu melalui berat barang kiriman. Untuk itu, apabila Anda ingin mengirim suatu barang pastinya barang akan ditimbang beratnya terlebih dahulu, bukan? Tujuannya tak lain adalah untuk memudahkan perusahaan ekspedisi dalam menentukan besaran ongkir. Biasanya, perusahaan akan menghitung dari berat satuan per kilogram Kg barang. Untuk menghitung ongkir berdasarkan berat rumusnya adalah sebagai berikut Ongkir = Berat Barang X Tarif/Kg Contoh perhitungannyaKlik Logistics sebagai perusahaan cargo mematok tarif pengiriman dari Jakarta ke Makassar sebesar dengan minimal berat pengiriman yaitu 100 Kg. Maka untuk ongkirnya tinggal mengalikan saja berat barang dengan besaran tarif pengiriman yaitu X 100 Kg, maka ongkos kirimnya adalah sebesar 3. Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Volume Barang Cara menghitung ongkir selanjutnya adalah melalui volume barang. Biasanya pengiriman berang akan menggunakan satuan kilogram, namun jika barang kirimannya berukuran besar namun ringan, maka akan menggunakan perhitungan volume dengan rumus sebagai berikut Pengiriman Via Darat & Laut P X L X T dalam cm/4000 = Kg X Tarif/Kg = Ongkos KirimPengiriman Via Udara P X L X T dalam cm/6000 = Kg X Tarif /Kg = Ongkos Kirim Contoh perhitungannyaMisalkan barang memiliki panjang 50 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 50 cm. Barang tersebut akan dikirim ke Lampung via jalur darat dengan tarif 2500/Kg. Maka besaran ongkirnya 50 x 50 x 50/4000 = 31,25 dibulatkan menjadi 31 Kg. 31 Kg x = Maka biaya pengirimannya adalah 4. Cara Menghitung Ongkir Berdasarkan Jenis Layanan Cara menentukan ongkir selanjutnya adalah melalui jenis layanan pengirimannya. Perusahaan ekspedisi umumnya akan menawarkan tarif pengiriman yang berbeda berdasarkan jenis layanan pengiriman seperti instan, express, sameday, reguler, atau ekonomi. Perbedaan tarif ini bergantung pada kecepatan atau estimasi pengiriman barang yang dilakukan. Semakin cepat estimasi pengirimannya, maka biaya pengirimannya bisa lebih mahal. Namun, ini tergantung pada pilihan Anda pribadi. Jika Anda ingin ongkir yang lebih murah, pilihlah paket reguler atau ekonomi pada layanan pengirimannya. Jika Anda ingin pengiriman yang lebih cepat tapi tidak terlalu memperdulikan ongkir yang lebih mahal, maka pilihlah jenis layanan seperti instan, express atau sameday. Nah, itulah tadi penjelasan mengenai cara menghitung ongkos kirim yang biasa digunakan perusahaan ekspedisi. Penentuan ongkir tersebut memang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jarak, berat, volume, hingga jenis layanan pengirimannya. Klik Logistics sendiri menawarkan ongkir yang dijamin murah untuk pengiriman cargo dalam jumlah banyak dan besar. Yuk, kirim barang di Klik Logistics!
150 150 Tiga Permata Ekspres March 14, 2016 March 14, 2016 Ongkos kirim adalah biaya yang harus anda bayarkan ketika anda menggunakan jasa pengiriman barang. Perhitungan ongkos kirim berdasarkan dari biaya per kilogram dari barang anda. Perusahaan Ekspedisi biasanya akan mengeluarkan ongkos kirim akan berdasarkan pada faktor berikut Jarak antara asal pengiriman dan tujuan pengiriman Tingkat kesulitan pada saat mengirimkan barang Banyaknya volume barang yang akan dikirim ke tempat tujuan Model handling, apakah port to port, door to door, port to door atau door to port Dari keempat faktor tersebut, maka perusahaan ekspedisi akan mengeluarkan daftar harga pengiriman barang yang dikalkulasikan berdasarkan perhitungan berat. di dalam perhitungan berat atau yang dikenal dengan chargeable weight, akan dijadikan patokan untuk perhitungan ongkos kirim. Untuk menentukan chargeable weight maka dilakukan perhitungan dengan menimbang berat dari barang tersebut. Akan tetapi akan ada pengecualian pada barang yang besar atau volume barang yang besar. Ada perhitungan untuk melakukan konversi dari volume tersebut ke pada chargeable weight. Pengenaan perhitungan biaya akan dikenakan pada total berat yang terbesar. Oleh sebab itu kita sering mendapatkan ongkos kirim dengan perhitungan berat yang tidak sesuai dengan dengan berat aktualnya. Misal kita mengirim kerupuk yang notabene tidak berat dengan asumsi hanya 1 kilogram, tetapi dikenakan biaya lebih dari itu. Berikut contoh perhitungannya Misal kita mengirimkan kerupuk matang dalam kemasan kardus dari Surabaya ke Jakarta Perhitungan Total berat kemasan 1 kg Ukuran kemasan 38 x 29 x 28 cm Perusahaan akan melihat ongkos kirim dari sisi berat atau sisi volume dengan acuan yang mana yang lebih besar. Jika barang yang akan dikirim tidak berat, maka akan dilakukan perhitungan volume yang kemudian akan dikonversi ke dalam satuan berat. Berikut perhitungannya 38 x 29 x 28 / 6000 = 5 KG Dalam perhitungan di atas, perusahaan ekspedisi akan menghitung ongkos kirim dengan acuan 5 kg Demikian cara perhitungan ongkos kirim yang diterapkan oleh perusahaan ekspedisi pengiriman barang di Indonesia.
Cara Menghitung ongkos kirim Paket - Jika anda pernah mengirim paket barang ke tempat jasa pengiriman yang berbeda, mungkin akan bingung dengan ongkir yang Anda bayar ternyata berbeda cukup besar untuk berat paket dan tujuan yang sama. Misalnya Anda mengirim paket sebesar 2kg dari Surabaya ke Jakarta. Lewat jasa pengiriman A ongkirnya Rp25 ribu, lewat B ongkirnya Rp 35 ribu, dan ketika Anda mengirim lewat jasa pengiriman C ongkirnya Rp 75 ribu. Sebenarnya bagaimana cara menghitung ongkos kirim paket? Kenapa ongkos kirim bisa berbeda, padahal berat paket dan tujuannya sama? Hal ini karena ada berbagai variabel ongkos kirim paket. PENENTUAN ONGKOS KIRIM PAKET Secara umum ongkos kirim paket tergantung pada beberapa faktor, yaitu 1. Berat paket, yaitu makin berat paket, otomatis ongkos kirimnya makin mahal. 2. Jarak pengiriman, makin jauh tujuan paket, ongkos kirimnya makin mahal. 3. Jenis layanan. Yaitu paket yang dikirim menggunakan layanan kilat/cepat tentu saja ongkos kirimnya lebih mahal dari paket biasa/regular. 4. Jenis transportasi yang digunakan. Paket yang dikirim menggunakan jasa pengiriman udara lebih mahal ongkos kirimnya daripada paket yang dikirim lewat darat. Kombinasi dari 4 faktor tadi yang akan menentukan besarnya ongkos kirim yang dibayarkan oleh si pengirim. JENIS ONGKOS KIRIM PAKET Selain 4 faktor tadi, ongkos kirim paket juga tergantung dari jenis ongkos kirim yang dipakai oleh perusahaan jasa pengiriman dalam menentukan ongkos kirim paket, serta bentuk dan ukuran paket yang akan dikirim. Dalam hal ini kita mengenal ada 3 jenis ongkos kirim paket, yaitu 1. Ongkir Progresif Artinya ongkos kirim dihitung berdasarkan berat paket barang secara flat. Makin berat paket, ongkos kirim nya makin besar. Jika ongkos kirim ke suatu tempat ditetapkan Rp 5 ribu/kg, dan kita mengirim paket sebesar 5kg, maka ongkos kirim yang harus dibayar adalah 5x5 ribu Rp 25 ribu. Pada umumnya perusahaan jasa kurir menerapkan tarif progresif ini, misalnya TIKI, JNE, DHL, Pandu Logistic, dsb. 2. Ongkir regresif Jika pada tarif progresif ongkos kirim dihitung secara flat berdasarkan berat total paket, maka pada tarif regresif, ongkos kirim ditetapkan berdasarkan perhitungan ongkos minimal minimun charge. Paket sampai dengan berat tertentu, ongkos kirimnya tetap, tetapi selebihnya dihitung dengan nominal tertentu yang lebih kecil. Sehingga makin berat paket, perhitungan ongkos kirimnya menurun, sehingga disebut regresif. Misalnya ongkos kirim ke suatu tempat ditetapkan Rp 25 ribu untuk berat paket 5 kg pertama, sedangkan untuk kg berikutnya dihitung Rp 2 ribu/kg. Jadi kalau kita kirim paket beratnya 1 kg maupun 5 kg, ongkos kirimnya tetap dihitung Rp 25 ribu. Sedangkan kalau paket yang dikirim lebih dari 5 kg, katakanlah 10kg, maka ongkos kirimnya jadi lebih murah, karena 5 kg berikutnya hanya dihitung Rp 2 ribu/kg. Sehingga paket dengan berat 10 kg hanya membayar Rp 35 ribu. Sedangkan jika dihitung dengan tarif progresif seharusnya ongkos kirimnya Rp 50 ribu. Jadi ongkir regresif ini lebih tepat untuk paket yang beratnya di atas 5 kg, karena makin berat paket, hitungan ongkirnya menurun. Bahkan ada perusahaan cargo yang menetapkan berat minimal 30 kg sebagai dasar perhitungan ongkos kirimnya. Perusahaan jasa pengiriman yang menggunakan ongkos regresif ini antara lain Dakota cargo, Indah cargo. 3. Ongkir berdasar volume volumetrik Kadang-kadang paket yang kita kirim berat dan ukurannya tidak seimbang. Ukurannya besar tapi beratnya ringan. Contohnya ada paket yang berukuran 47x30x25 cm panjangxlebarxtinggi, tapi beratnya hanya 1 kg. Dalam hal ini jika diterapkan ongkos kirim berdasarkan berat riil, maka pihak jasa pengiriman akan merasa dirugikan. Sebab dengan ukuran paket yang besar akan memakan tempat cukup banyak dan resikonya lebih besar, padahal ongkos kirimnya kecil karena beratnya ringan. Dalam kasus ini, pihak jasa pengiriman akan menerapkan tarif berdasarkan volume. Cara atau rumus menghitung paket volumetrik adalah Panjang cm x Lebar cm x Tinggi cm - X1kg 6000 Perhitungan tarif volumetrik adalah panjang kali lebar kali tinggi lalu dibagi 6000. Misalnya tadi paket dengan ukuran 47x30x25 cm, maka hasilnya adalah 5,87 kg, dibulatkan jadi 6 kg. Jadi dengan tarif volumetrik, paket tersebut ongkos kirimnya dihitung sebagai paket dengan berat 6 kg dikalikan tarif per kg. Rumus paket volumetrik tersebut digunakan oleh TIKI, JNE, PT Pos dan mungkin juga banyak agen jasa pengiriman lainnya menggunakan rumusan yang sama. Namun untuk agen pengiriman Star Cargo, Indah Cargo maupun Maxindo Cargo, mempunyai rumusan tarif volumetrik yang berbeda, yaitu Panjang cm x Lebar cm x Tinggi cm 4000 = Berat kg Jadi perbedaannya pada angka pembaginya lebih kecil, yaitu 4000. Dengan angka pembagi yang lebih kecil, maka hasilnya akan lebih besar. Misalnya paket ukuran 47x30x25 cm tadi diterapkan dengan rumusan ini, maka hasilnya adalah 8,81 kg atau dibulatkan 9 kg. Namun perlu diingat, wajar bila ketiga agen pengiriman tersebut menerapkan angka pembagi yang lebih kecil karena mereka umumnya melayani paket dalam skala besar dengan berat rata-rata puluhan kg per paket/koli dan hitungan per kg nya relatif kecil. Pangsa pasarnya kebanyakan para pedagang atau pengusaha grosir, bukan retail. Untuk menentukan apakah suatu paket akan dikenakan tarif berdasar berat riil atau tarif volumetrik adalah dilihat mana yang lebih besar ongkos kirimnya. Kalau sebuah paket berat riil atau faktualnya hanya 2 kg, sedangkan perhitungan volumetriknya 4 kg, tentu saja yang digunakan adalah yang lebih besar. Tentu saja lazimnya pihak pengirim paket akan merasa keberatan dan bahkan protes dengan pengenaan tarif volumetrik ini karena ia merasa harus membayar lebih mahal. Untuk mengurangi resiko terkena tarif volumetrik ini, kepada pengirim kita bisa menyarankan agar - Menggunakan kemasan atau dus yang sesuai dengan besarnya barang, jangan memakai kemasan yang terlalu besar/longgar. Kecuali jika penggunaan kemasan/dus atau paking kayu dibutuhkan untuk melindungi paket agar tidak mudah rusak karena faktor benturan. - Usahakan agar paket bisa diringkas agar tidak memakan tempat. Demikian informasi tentang cara menghitung ongkos kirim paket berdasarkan perbedaan cara penetapan tarifnya, semoga bermanfaat bagi Anda.
cara menghitung ongkir berdasarkan jarak